|

Sumber Foto:http://en.wikipedia.org
Fuzhou atau disebut juga Foochow, Fuchow atau Fuh-chau adalah ibukota propinsi Hokkian
Meskipun seringkali dianggap sebagai suatu dialek atau logat, Foochowese sebenarnya a bahasa yang terpisah berdasarkan standard linguistik, because it is not mutually intelligible dengan cabang lainer branches of Min Language dan bahasa-bahasa China lainnya. Sesudah China Han menguasai Minyue (閩越) pada tahun 110 BC, Han people memulai memerintah di propinsi Fujian yang sekarang ini. Merasa kehilangan identitas nasionalnya, penduduk asli minyue, satu cabang dari Yue (百越), kemudian meleburkan diri dalam budaya China. Bahasa Wu purba dan Chu purba brought by the mass influx of Han pendatang dari Utara akhirnya berbaur dengan bahasa Minyue setempat Minyue dan akhirnya dikembangkan menjadi bahasa Min kuno, dan dari sini bahasa Foochow berkembang.
Selama Wangsa Tang , satu aliran perdagangan dari Arab (Ta'shi) dan Iran-Persia (Po'si) mengunjungi China melalui ‘jalur sutera’ dan jalur perairan melalui Bandar Quanzhou. Tidak semuanya Muslim, tetapi beberapa yang menetap, membentuk basis Tionghoa Muslim dan etnis Hui. Pendatang Persia kemudian memperkenalkan ‘polo’ yaitu makanan khas mereka, peralatan musik, dan lain-lain.
China Timur (華東) secara geografis budaya regional yang melingkupi pesisir pantai timur China.
Walaupun satu konsep yang tidak jelas, namun demi keperluan administrasi dan pemerintahan, daerah ini kemudian diatur oleh Republik Rakyat China termasuk propinsi-propinsi (dalam urutan abjad) Anhui, bagian dari Fujian, Jiangsu, Jiangxi, Shandong dan Zhejiang, sebagaimana perkotaan Shanghai.

Zheng He
Antara tahun 1405 dan 1433 AD, armada maritime Kerajaan China (Ming), dipimpin oleh Zheng He, berlayar dari Fuzhou ke Samudera India tujuh kali; dalam tiga kesempatan pelayaran itu mendarat di timur pantai. Sebelum pelayaran terakhir, Zheng mendirikan satu patung untuk menyembah dewi Tianfei (Matzu) dekat pelabuhan.

Gambar Dewi Matzu
FUJIAN
(MINNAN)
Fujian (福建) adalah satu dari beberapa propinsi di pesisir selatan China. Fujian yang berbatasan dengan Zhejiang di utara, Jiangxi di Barat, dan Guangdong di selatan. Taiwan terletak di Timur, menyeberang selat Taiwan. Nama Fujian diambil dari kombinasi Fuzhou dan Jian'ou, dua kota di Fujian. Dua nama ini bagai menjadi uang logam dua sisi selama wangsa Tang
Sejarah
Penggalian arkeologi terkini menemukan bahwa Fujian (khususnya pesisir utara sekitar Fuzhou ) memasuki era Neolitikum di pertengahan milenium ke enam sebelum Masehi. Dari situs Keqiutou e (7450-5590 BP), suatu awal situs Neolithikum di Pulau Pingtan berada sekitar 70 km tenggara Fuzhou, beberapa perkakas terbuat dari batu, cangkang kerang, tulang, giok, dan keramik (termasuk keramik yang dibuat dengan pemutar) telah diangkat dari galian, bersama dengan roda pemintal,satu bukti dari budaya menenun.
Situs Tanshishan (昙石山) (5500-4000 BP) pedesaan Fuzhou spans the Neolithic dan Chalcolitik Age di mana bangunan semi bawah-tanah melingkar ditemukan di level terendah. Artefak Huangtulun (黄土崙) (ca.1325 BC), juga di pinggiran kota Fuzhou, adalah karakter peninggalan jaman perunggu .
Penemuan-penemuan ini, bagaimanapun juga, juga menunjukkan bahwa tradisi pertanian sangat lemah di area ini, yang konsisten dengan catatan awal yang menyatakan bahwa penduduk asli Fujian, terutama yang bermukim sepanjang sungai Min, kemungkinan berasal dari Austronesia dengan "mata besar, hidung pesek dan tubuh bertato", yang menggantungkan nafkahnya dengan mencari ikan.
Penduduk ini sangat mungkin adalah pemukim asli China selatan. Beberapa diantaranya mungkin sudah berbaur, atau menyebar ke luar selama Wangsa Han to eastern China (north of present-day Shanghai).
Bagi suku China Han, daerah ini juga dikenal sebagai Minyue. Kata "Mǐnyuè" diturunkan dari kombinasi "Mǐn" (閩), mungkin suatu nama etnis yang berasosiasi dengan kata China untuk barbar . Yue",sesuai dengan ngara bagian Yue, satu kerajaan musim gugur dan semi di propinsi Zhejiang ke bagian utara. Ini dikarenakan keluarga bangsawan Yuè berekspedisi ke Fujian sesudah kerajaan mereka dianeksasi oleh Negara Chu tahun 306 BC. Mǐn juga adalah nama sungai utama di area ini.
Minyue dulunya sebuah kerajaan de facto sampai Kaisar Wangsa Cin, Kaisar China pemersatu negara pertama, menghapuskan status itu..Sebagai akibat dari jatuhnya Wangsa Cin, however, pecah perang bersaudara antara dua panglima perang, Xiang Yu dan Liu Bang; Raja Minyue Wuzhu mengirimkan pasukannya untuk menyerang Liu Bang, dan petaruhannya ini berakibat buruk karena Liu Bang yang menang, dan mendirikan Wangsa Han pada tahun 202 BC dia memulihkan status Minyue sebagai kerajaan suku indepeden. Wuzhu diperbolehkan membangun kota berkubu di Fuzhou sebagaimana beberapa lokasi di pegunungan Wuyi, yang telah diangkat dalam beberapa tahun yang lalu. Kerajaannya berkembang sampai perbatasan Fujian yang sekarang ke sebelah timur Guangdong, timur Jiangxi, dan sebelah selatan Zhejiang.
Sesudah wafatnya Wuzhu, Minyue menjaga tradisi yang sudah berakar dan mengadakan beberapa ekspedisi melawan kerajaan-kerajaan tetangga di Guangdong, Jiangxi, dan Zhejiang, terutama di abad 2 BC, hanya dapat dihentikan oleh Wangsa Han. The Han emperor eventually memutuskan untuk menghapuskan perjanjian itu by sending in large forces simultaneously dari empat arah melalui daratan dan lautan di tahun 111 BC. Penguasa di Fuzhou menyerah untuk mencegah pertempuran yang sia-sia dan kerusakan; thus the first kingdom in Fujian history came to an abrupt end. Nonetheless, penduduk di bagian utara Fujian masih mendirikan kuil untuk memperingati raja-raja terdahulu.
Dinasti Han runtuh pada akhir abad 2 AD, paving the way for the jaman Tiga Kerajaan (Sam Kok). Sun Quan, pendiri Kerajaan Wu, menghabiskan waktu hampir 2 tahun menundukkan rakyat Shan Yue, cabang dari penduduk Yue yang bermukim di pegunungan.
Gelombang pertama dari imigrasi of the noble class tiba di propinsi ini di awal abad 4 AD ketika Wangsa Cin Barat runtuh dan bagian utara terkoyak akibat invasi suku nomad dari daerah utara. Para pendatang ini secara umum berasal dari enam marga keluarga di China tengah: Lin (林), Huang (黄), Chen (陈), Zheng (郑), Zhan (詹), Qiu (邱), He (何), dan Hu (胡). Empat marga yang disebut pertama adalah marga utama Hokkian modern.
Bagaimanapun, isolasi dari daerah sekitars owing to rugged terrain sumbangsih kepada Fujian's relatively backward economy dan tingkat perkembangan, menghindari perpindahan penduduk dari China utara selama serangan "barbarian". Population density in Fujian remained low compared to the rest of China. Only two commanderies and sixteen counties were established by the Dinasti Cin Barat. Sebagaimana halnya propinsi selatan lainnya seperti Guangdong , Guangxi, Guizhou, and Yunnan, Fujian seringkali dijadikan tempat tujuan para pelarian hukum maupun politik.
Selama jaman Wangsa Utara dan Wangsa Selatan, the Southern Dynasties reigned south of the Yangtze River. Pemerintahan mereka meraih usaha yang sangat signifikan untuk memenuhi daerah ini dengan etnis China Han .
Wangsa Tang (618-907) oversaw the next golden age of China. As the Tang Dynasty berakhir, China dikoyakkan pada masa Lima Wangsa dan Sepuluh Kerajaan. Selama masa ini, gelombang imigrasi kedua mendarat di Fujian, dipimpin oleh Jenderal Wang, yang mebentuk satu Kerajaan Min yang merdeka dengan ibukotanya di Fuzhou. Sesudah wafatnya raja pendiri, kekaisaran menderita dari intrik di dalam, dan kemudian dicaplok oleh Tang selatan, kerajaan selatan lainnya.
Quanzhou berkembang menjadi pelabuhan dibawah pemerintahan Kerajaan Min, dan mungkin saat itu adalah pelabuhan terbesar di belahan timur. Pada awal Wangsa Ming , Quanzhou was the staging area dan pemasok ekspedisi perairan Zheng He. Perkembangan selanjutnya berkali-kali dihalangi oleh Larangan Pelayaran Samudra oleh Wangsa Ming, dan daerah itu digantikan oleh bandar terdekat dari Guangzhou, Hangzhou, Ningbo dan Shanghai meremehkan pencabutan larangan pada tahun 1550. Perompak berkaliber besar oleh Wokou (Bajak laut Jepang) berkali-kali ditumpas oleh tentara China dan otoritas Jepang Toyotomi Hideyoshi.
Ming terakhir dan Wangsa Qing awal mempolakan satu zaman large influx of refugees and another 20 years of sea trade ban di bawah kekuasaan Kaisar Kangxi , a measure intended untuk menghambat pelarian Penguasa Ming dari Koxinga di Taiwan. Incoming refugees, however, tidak diterjemahkan menjadi pekerja paksa force owing to their re-migration into prosperous regions of propinsi Guangdong (Kwang Tung).
Despite its secluded location, Fujian has had a strong academic tradition since the Southern Song Dynasty. At the time, north China dikuasai oleh Wangsa Jurchen Jin , yang menyebabkan a shift of the cultural center of China ke arah selatan, membawa keuntungan bagi Fuzhou dan kota-kota selatan lainnya.
Sejak akhir 1970-an, perekonomian Fujian along the coast has greatly benefited from its geographic and cultural proximity ke Taiwan. Pada tahun 2003, Xiamen ranked number eight GDP per capita among 659 kota-kota China, di atas Shanghai dan Beijing, sementara Fuzhou urutan ke. 21 (number 4 among 30 provincial capitals). The development has been accompanied by a large influx of population from the over-populated areas in di timur dan barat.
Geografis
Propinsi ini secara topografis berbukit-bukit, and is traditionally described to be "Delapan bagian pegunungan, satu bagian air, dan satu bagian perkebunan" (八山一水一分田). Bagian barat-laut lebih tinggi secara topografi, dengan pegunungan Wuyi membentuk perbatasan antara Fujian dan Jiangxi. Titik tertinggi dari Fujian adalah Puncak Huanggang di Gunung Wuyi , dengan ketinggian 2157 m.
Min Nan Language
Min Nan, Minnan, or Min-nan (閩南語; "Southern Min" or "Southern Fujian" language) merujuk pada keluarga bahasa China/dialek yang digunakan sehari-hari di Fujian Selatan dan daerah sekitar, dan oleh keturunan dari emigrant dari daerah ini atau dalam penyebaran. Dalam bahasa, Min Nan selalu merujuk pada dialek Xiamen (lebih dikenal sebagai bahasa/dialek Amoy language/dialect), yang kerap disebut Taiwanese oleh warganegara Taiwan, dan Hokkien oleh penduduk di Asia Tenggara. Amoy adalah kombinasi dialek Quanzhou dan Zhangzhou. Keluarga Min Nan juga mencakup Tiociu dan Hainam. Teochew memiliki keterkaitan terbatas dengan Amoy /Xiamen.
Min Nan ( Min Selatan) membentuk bagian dari kelompok bahasa Min, alongside several other divisions. The Min languages/dialects adalah bagian dari kelompok Bahasa Mandarin, dia sendiri adalah anggota keluarga bahasa Sino-Tibetan. Min Nan is not mutually intelligible with Eastern Min, Kanton, atau Mandarin. Sebagaimana dengan varietas bahasa China lainnya, ada satu perselisihan politik mengenai Min Nan dapat disebut sebagai suatu bahasa atau dialek.
Min Nan digunakan di bagian selatan propinsi Fujian , dua tempat di selatan propinsi Zhejiang, gugusan kepulauan Zhoushan Ningbo di Zhejiang, dan bagian timur propinsi Guangdong/Kwangtung (Chaoshan region). Qiongwen berbicara variasi yang beda di semenanjung Leizhou, di propinsi Kwangtung, seperti halnya propinsi Hainan, diklasifikasikan sebagai bagian Min Nan walaupun dibeberapa forum dipisahkan. Bahasa keluarga Min Nan yang digunakan di selatan Fujian juga dipakai di Taiwan, where it has the native name of Tâi-oân-oē or Hō-ló-oē. Ialah sub-etnis yang di situ mengacu pada Min Nan sebagai Holo (Hō-ló) atau Hoklo, etnis utama di Taiwan. Hubungan antara bahasa dan etnis ternyata tidak mutlak, seperti beberapa Hoklo yang kurang lancar berbicara Min Nan sementara banyak orang bukan Hoklo justru berbahasa Min Nan dengan fasih.
Ada banyak sekali penutur bahasa Min Nan diantara kaum China perantauan di Asia Tenggara. Banyak orang etnis China beremigrasi ke kawasan di mana Hoklo dari selatan Fujian, dan dibawa ke Indonesia, Malaysia, Singapore. Min Nan dari Fujian selatan dikenal sebagai Hokkien, Hokkian, Hokkienese, or Fukien in Southeast Asia, dan saangat mirip dengan Taiwanese. Many Southeast Asian ethnic Chinese also originated in Chaoshan region of propinsi Guangdong dan berbahasa Tiociu, the variant of Min Nan from that region. Min Nan is reportedly the bahasa ibu dari 98.5% kaum china Filipina diantara komunitas yang dikenal sebagai Lan-nang atau Lán-lâng-oē ("Our people’s language").
|

|
|