banner
halaman pribadi, blog dan wawasan
Foyer
   
  KATA BIJAK
  JOB CARRIER INFO
  CARI UANG VIA FACEBOOK
  KAMUS SINGKATAN SMS
  SERBA-SERBI TIONGHOA
  OPINI PENULIS
  NOSTALGI JADUL
  SEKILAS SAJA

Special

 


MY WEBSITE
ARSITEKTUR INDONESIA
WEBSITE LIVINGBLESSING  

 
 
 
 

 

Job Opportunities

Last Update :

 

Google
KESIMPULAN NOSTALGIA 70-an, seni

KEMBALI KE MARKAS

<img src="http://geocities.com/eddy_sriyanto_arch/candle.jpg" width=460 height=280 border=0>  

ketika melewati beberapa penjual barang bekas di Manggarai, melihat sebuah lemari dan televisi tabung zaman doeloe, tiba-tiba terkenanglah si author tentang masa lalu.

ERA 70-an
Televisi
Saat itu di negri ini hanya ada satu saluran teve, Televisi Republik Indonesia atau TVRI. Itu pun pada awalnya (1969-1970) sebagian besar teve hanya hitam-putih. Itu pun (sekali lagi pakai itupun) kebanyakan berukuran layar 14 inch.Itu pun (cape deh) jam siarannya belum 24 jam .
Acara Dalam Negeri
Serial yang paling digandrungi saat itu:
Acara sandiwara "Keluarga Marlia Hardy", saban sabtu sore, kami selalu menyenggangkan waktu untuk nonton acara ini. Keluarga Bu Mar (panggilan akrab bu Marlia Hardy sekaligus perannya dalam sandiwara ini). Bersama Awaludin yang berperan sebagai suami dan ayah dari tiga bersaudara: Didu (diperankan Musa Sanjaya), Kiki dan Rury.Marlia Hardi (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 10 Maret 1927; wafat: Juni 1984) adalah seorang pemeran Indonesia. Namanya sangat populer di tahun 1970-an, maklum karena dengan hanya satu saluran teve, tanpa alternatif maka hanya keluarga ini saja yang terkenal. Alternatif sandiwara adalah kelompok "Keluarga Ratu Asia" yang juga bagus, namun jarang mendapat kesempatan tayang.Kak Pipit Sandra adalah primadona dari kelompok sandiwara yang lain ini.
Kris Biantoro
Beliaulah pelopor MC Kuis-kuisan di Indonesia, dengan ibu Ani Sumadi sebagai pelopor Quis Master di Indonesia. Kris ini bintang segala genre. Ia bisa bernyanyi dengan memukau, melawak dengan lucu, menyajikan kuis dengan memikat, mengiklankan produk.Acara kuis yang paling disukai saat itu adalah "Aneka Quis" yang dikomandani oleh ibu Ani Sumadi.Mistery Quest adalah salah satu session paling menarik
Kris Biantoro saat itu sangat laris menjadi model iklan teve, mulai dari iklan sabun deterjen Rinso, sampai mobil niaga.Beliau juga ikut mengangkat pesan sosial. Pernah pula ikut membintangi film tentang kisah nyata seorang transsexual Indonesia pertama pada sekitar tahun 1975-an. Kisah seorang remaja pria bernama Iwan Rubiyanto dari keluarga Bapak Iskandar yang melakukan operasi ganti kelamin di Kandang Kebo Hospital, Singapore setelah melalui proses yang melelahkan dan memicu berbagai polemik pro dan kontra. Iwan yang berganti nama menjadi Vivian Rubiyanti dan menikah dengan seorang pengusaha asal Kalimantan ini kemudian diangkat kisahnya menjadi film layar perak berjudul "Akulah Vivian"
Sebagai bintang iklan, Kris membintangi produk-produk terkemuka, seperti sabun detergen yang sampai saat ini masih menjadi market leader di Indonesia.Beliau juga yang mempelopori trend iklan sabun cuci dengan "Uji kemampuan", yaitu adegan menguji dua jenis sabun cuci kemudian di shoot close up kedua larutan hasil cucian tersebut. Sambas Mangundikarta
Penyiar, reporter acara olahraga di televisi yang paling suaabbarr, renyah dan empuk suaranya (tapi bukan snack) dan sangat enak ulasannya.
Bagyo dkk
Kelompok ini terdiri dari S.Bagyo, Sol Soleh (satu-satunya anggota yang berdarah Sunda), Darto Helm dan Diran.
Lawakan mereka sederhana namun mampu mengocok perut para pemirsa. S.Bagyo pernah juga bermain dalam film serius berjudul "Topaz Sang Guru" bersama Rahayu Effendy dan Maruli Sitompul. Dalam film ini S.Bagyo berperan sebagai seorang guru bernama Topas yang kemudian menjadi "Direktur Boneka" suatu kartel bisnis gelap. Oleh dorongan hati nurani, Topas Sang Guru ini melepaskan semua fasilitas yang diperolehnya, dengan segala konsekwensinya.

Apresiasi Film Indonesia.
Di era tahun 1980-an, muncul acara di TVRI yang digelar saban hari Sabtu malam (kalau tak salah jam 21.30 an, sesudah Dunia Dalam Berita). Diantara beberapa penyiar yang membawakan, saya ingat Sandy Tyas yang paling berhasil dan mendapat pujian.
Pernah dalam satu episode, beliau (Sandi Tyas, mewawancarai pionir pendiri studio film pertama Indonesia, yaitu almarhum Nyoo Han Siang. Saat itu pak Nyoo masih keadaan sakit, dan dibantu bicara oleh bapak Rudy, kemenakannya. Dengan kesulitan bicara, bapak Nyoo menjawab pertanyaan tentang Studio Film (Inter Pratama Studio) yang didirikannya itu.

Film dan Film Seri
Hampir semua film televisi yang ditayangkan TVRI era 70-80 an umumnya film barat. Hanya satu film Jepang penulis lupa judulnya, hanya ingat nama tokohnya "Mido" merupakan film aksi petualangan/pertempuran yang kini diwakili oleh Gaban, Voltus, Power Ranger dll
Film Koboi
Film koboi cukup banyak, antara lain : BOnanza, kisah koboi tua dengan tiga anak-anak lakinya yang gagah (anak bungsunya diperankan Michael Landon, yang juga membintangi seri Highway To Heaven dan Little House on the Praireie).Keluarga koboi ini jago menembak dan ahli melempar tali lasso
Film lain ,Rin Tin-tin (nama Rin Tin Tin adalah nama seekor anjing gembala yanbg cerdas). FILM SERIAL
Film Mannix, Hawaii Five-O, I Dream of Jeanny, The Avenger, The Saint adalah film-film seri yang digemari saat itu. Hawaii Five-O, sampai saat ini masih dikenang orang. Lagu Instrumentalia (jingle )pembuka masih kerap terdengar. Bintang antara lain Jack Lord. Film Kojak, dibintangi Telly Savalas adalah film detektif dengan tokoh pria botak bernama Kojak yang diperankan oleh Telly Savalas. Saat itu, selain Telly Savalas, bintang gundul lain adalah Yul Bryner.
"I dream of Jeannie" adalah film seri yang diputar pada hari Sabtu jam 21.00. Penulis bisa ingat jam tayang karena penulis termasuk penggemar film yang dibintangi Barbara Eden ini. Tak pelak ,banyak orang menduga, bahwa film inilah yang menginspirasi lahirnya film "Jinni lagi Jinni lagi" atau "Semua Karena Jinni" yang melejitkan nama Diana Pungky, tigapuluh tahun lebih sesudah film "I dream of Jeanny".

Barbara Eden, lakon Jeanny dalam "I Dream of Jeanny"

Film Avenger (1971) diperbarui dengan film “New Avenger” (diputar 1981) tentang seorang pria detektif yang selalu membawa payung, yang kadang payung itu sebagi senjata juga.
Film “The Saint”, tadinya diperani Roger Moore sebagai Simon Templar, pada remark,(Return of The Saint) Simon Templar dibintangi bintang Inggris Ian Ogilvy.
Hawaii Five O (tentang 5 orang penegak hukum di Hawai, yang namanya semua pakai uruf 0). Peran utama Jack Lord (Mirip Alain Delon)

.Biasanya diputar hari Minggu malam jam 21.00 (waktu itu belum ada Dunia Dalam Berita yang jam 21.00).Lagu pembukaa (jinggle) paling disukai saat itu,dengan sorotan ke gelombang lautan Hawai yang sangat tinggi dan kecang (sampai sekarangpun masih membekas dalam ingatan, dan lagu jingle ini masih kerap diputar dalam berbagai acara)

Film seri CHIPS (California Highway Patrol),diperani oleh Erick Estrada “Irama Lautan Teduh” dikomandani Hoegeng yang menjabat Kapolri Irama Latin Spanyol oleh Los Morenos, lagu yang beken : Mucho Amigos Grup pop musik beken jaman Kembar Group, dua kakak-beradik Aleks dan Yakob (dari Manado)

versi selanjutnya, klik disini

kontraktor

 

COPYRIGHT 2005-2009 : EDDY SRIYANTO

 
 

 

 

.

ganjal.gif (72 bytes)