Aku katakan kepada kalian, kawan-kawanku, terlepas dari semua kesukaran dan penderitaan ini aku masih bermimpi. Aku bermimpi suatu saat bangsa ini akan bangkit dan menjalankan kebenaran dari pernyataan ini:”Kita pegang teguh kebenaran ini:semua orang diciptakan sama.”
“Aku bermimpi bahwa suatu hari di bukit-bukit, di ngarai-ngarai, di pantai-pantai di seluruh negeri, anak negeri bias duduk bersama di meja persaudaraan. Aku bermimpi bahwa di seluruh wilayah republic ini terdapat sumnber air kebebasan dan kebenaran dan keadilan dan kedamaian.”
“Aku bermimpi bahwa semua anak negeri ini suatu hari akan hidup dalam bangsa yang tidak membeda-bedakan berdasarkan perbedaan warna kulit, keturunan,jabatan, orang tua, agama, tetapi berdasarkan watak mereka.”
“Aku bermimpi bahwa suatu hari bangsa ini berdiri tegak di antara bangsa-bangsa yang beradab, yang membela kebenaran dan keadilan, yang memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan lebih dari nilai-nilai materi. Yang memperdulikan mereka yang tidak berdaya lebioh dari pada mereka yang dekat dengan kekuasaan. Bangsa-bangsa lain memandang kita besar bukan karena jumlah pednduduk ataupun pulaunya, melainkan karena kita memperhatikan hak-hak asasi manusia dan karena kita melakukan sesuatu yang berguna bagi kemanusiaan. Tidak ada lagi orang dihukum karena berbeda pendapat, tetapi karena melakukan kejahatan. Tidak lagi hokum digunakan sebagai alat penguasa, tedtapi untuk menegakkan keadilan.”
“Jika negeri ini ingin menjadi besar, maka biarkan kebebasan dan kebenaran bersuara dari puncak-puncak bukit dan unung-gunung besar, di lembah-lembah dalam dan di hutan-hutan lebat, di sepanjang pantai dan sungai.”
“Kalau kita biarkan kebebasan bersuara dari setiap kota dan desa, kita akan dengan cepat menuju hari saat semua anak bangsa, tidak peduli berkulit hitam atau coklat atau kuning, bermata lebarf atau sipit, berambut keriting atau lurus, akan bergandengan tangan dan menyanyikan lagu :”Negeriku mengenal kebebasan perdamaian dan keadilan…”
Martin Luther King, Washington D.C 1963
The time is always right to do what is right
Martin Luther King, Pendeta, Pejuang Hak Azasi Manusia di Washington D.C 1963,