|
Rampai kutipan tokoh Indonesia.
KUTIPAN
|
"Kita ingin kedaulatan kita tegak untuk wilayah kita, dari Sabang sampai Merauke. Dari pulau Miangas sampai Pulau Rote. Kalau ada negara yang ganggu kedaulatan, harus kita usir," Presiden SBY, Agustus 2010
Piala itu bagus, tapi bukanlah ukuran keberhasilan; --Darto Singo (Seniman, Ayahanda Anggun C.Sasmi) |
| |
|
Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit;
--Soekarno (Presiden I RI, arsitek dan seniman) |
|
|
|
"Saya sedih,kelihatannya anak muda sekarang lebih bangga menyukai kebudayaan asing dan tidak lagi peduli terhadap kebudayaan negeri sendiri.Semangat Indonesia telah luntur,"
“Sekarang? Mereka tahu kalau ada taggal 17 Agustus,rasanya sudah bagus. Boro-boro ada yang kepikiran rasa nasionalisme. Mereka tidak peduli,kok!”
“Sudahlah,bagi mereka yang tidak pernah hidup pada masa kemerdekaan, mungkin tidak paham bagaimana artinya memperoleh kemerdekaan yang sudah mereka rasakan seperti sekarang. Yo,wis wae,terserah maunya mereka,"
Sukmawati Soekarnoputri di acara peluncuran buku di Museum Nasional.Agustus 2010.
Sdikutip Koran Tempo, 16 Agustus 2010. |
|
|
|
Blog ini kan sama saja dengan personal website, tapi kemudian bentuknya berkembang dan dianggap sebagai sesuatu yang sama sekali baru. Menurut saya tidak! Itu yang saya sebut dengan sesaat. Jadi artinya satu trend itu akan berkembang dari satu saat ke saat lain dan dia akan terus termodifikasi, akan terus berubah. Sama seperti orang dulu bangga memiliki pager. Kemudian berkembang. Orang jadi suka menggunakan SMS yang melekat pada handphone. Sekarang di handphone juga berkembang teknologi push to talk yang mirip dengan komunikasi radio dua arah kayak orang pakai handy talkie dulu. Jadi kalau ada yang mengatakan push to talk adalah hal yang sama sekali baru, sayapun akan mengatakan itu hal yang tidak baru. Itu cuma perkembangan teknologi komunikasi. Sama seperti orang bersurat.
--Roy Suryo , pakar telematika Indonesia. |
|
|
|
Anak-anak yang percaya diri dapat menghadapi tantangan. Merekapun dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi, dan itu membuat anak-anak menjadi tangguh," -- Shahnaz Haque |
|
|
|
"Komitmen terhadap kebebasan, toleransi, kesetaraan dan kedaulatan hukum tidak sama dengan membiarkan hidupnya ideologi komunis di Indonesia," tegasnya.
--Lukman Hakim Saifudin, Juru bicara F-PPP,Rapat paripurna III Sidang Tahunan MPR 2003 hari kedua 2 Agustus 2003 |
| |
|
“Konsep frustasi sosial itu baru muncul kekinian. Itu situasi untuk menggambarkan hancurnya sendi-sendi sosial akibat pemimpin lokal yang tidak berfungsi,” Nina Herlina Lubis, Guru Besar sejarah Universitas Padjajaran Bandung, 18 Oktober 2010 pada Seminar Budaya di Aula Balai Pelestarian Peningggalan Purbakala Serang
|
| |
| |
| |
| |
KATA BIJAK BERIKUTNYA
KATA BIJAK TOKOH INDONESIA
KATA BIJAK TIONGKOK
KATA BIJAK KONFUSIUS
KUTIPAN ARSITEK
KATA BIJAK RONGGOWARSITO
EINSTEIN SAYING/QUOTATION
| |